Essay Kurikulum 2013


Kurikulum 2013
oleh : Vera

Realita yang terjadi pada Pemuda Indonesia pada zaman ini sungguh terlihat kianmengkhawatirkan seiring masih maraknya penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran antar-pelajar, mencontek, plagiarisme dan bullying yang menunjukkan kebobrokan nilai moral. Kualitas pendidikan disuatu bangsa adalah bagian vital dalam pembentukan sebuah Generasi bangsa. Oleh karena itu, pemerintah menyusun kurikulum 2013 yang menekankan pada pendidikan karakter untuk memfilter dampak buruk dari tantangan globalisasi. Dalam kurikulum 2013, ukuran keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat lagi dari seberapa besar nilai kognitif siswa tetapi juga dilihat dari sisi lain yang dinilai lebih penting yaitu aspek nilai sikap dan keterampilan karena ini sejalan dengan UUD 1945 pasal 31 ayat (3) yaitu pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam mewujudkan keberhasilan kurikulum 2013, perlu adanya kerjasama antara semua elemen masyarakat tidak hanya pemerintah melainkan Guru sebagai aktor utama pendidikan dan juga peran orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya. Dalam kurikulum 2013, siswa dituntut untuk lebih aktif dan siswa dilatih untuk berpikir kritis dalam pemecahan masalah dan dituntut untuk lebih terampil mengaplikasikan ilmunya dikehidupan nyata. Guru pun mempunyai tanggung jawab untuk memancing siswa berpikir kreatif dan kritis. Dalam hal ini, kegiatan rutin seperti pelatihan Guru oleh pemerintah perlu digalakkan untuk menambah keterampilan Guru agar siap menghadapi tantangan kurikulum 2013. Perkumpulan Guru mapel pun perlu diadakan rutin sehingga dapat menggali masalah dan solusi apa yang terjadi di lapangan sebenarnya karena dalam hal ini,Guru lah yang paling mengerti keadaan sebenarnya apa saja yang terjadi didalam kelas.

Dalam implementasinya, Guru bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan kurtilas. Peran Orang tua dan lingkungan pun sangat diperlukan. Karena sejatinya penanaman karakter itu dimulai dari keluarga. Dalam praktiknya, kurikulum 2013 masih dalam proses pembenahan. Guru masih kesulitan untuk menentukkan penilaian sikap karena Guru tidak mengawasi tindak tanduk siswa selama 24 jam. Guru pun harus mengkomunikasikan masalah sikap tersebut kepada orang tuanya, dibantu Guru BK. Maka dari itu, jika pendidikan karakter diindonesia ingin terwujud, perlu kolaborasi antara pemerintah, Guru juga Orang Tua siswa dan juga elemen masyarakat untuk mewujudkan generasi bangsa yang Cerdas dan berbudi pekerti luhur.
Sumber
1. http://www.gubuginformasi.com/2014/04/apa-itu-kurikulum-2013.html?m=1
2.http://m.kompasiana.com/refaelmolinanttindonesia.com/implementasi-kurikulum-
2013-dan-urgensinya-pendidikan-karakter_54f6c38ea33311c55c8b48d0
3. http://wardaturrochmah.web.unej.ac.id/2015/12/20/pendidikan-karakter-bahasanutama-
kurikulum-2013/
4.http://www.edubio.info/2014/09/tujuan-dan-alasan-pengembangan.html?m=1
5. http://dwirara-putriyanti.blogspot.co.id/2015/03/kunci-keberhasilan-kurikulum-
2013.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY SIKAP BELA NEGARA PADA GENERASI MUDA

Essay Kebutuhan Air

Essay Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Indonesia