Essay MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)
Oleh Hamdıah
MEA merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memiliki pola mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara negaranegara anggota ASEAN. Para anggota ASEAN termasuk Indonesia telah menyepakati suatu perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. Pembentukan MEA dilandaskan pada empat pilar. Pertama, menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan pusat produksi. Kedua, menjadi kawasan ekonomi yang kompetitif. Ketiga, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan pilar terakhir adalah integrasi ke ekonomi global.
Penyatuan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan dan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat ASEAN. Integrasi ini
diharapkan akan membangun perekonomian ASEAN serta mengarahkan ASEAN sebagai tulang punggung perekonomian Asia. MEA memang sebuah kesepakatan yang mempunyai tujuan yang
luar biasa namun beberapa pihak juga mengkhawatirkan kesepakatan ini. Arus bebas barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja tersebut tak pelak menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi beberapa pihak.
Dalam hal ini pasar potensial domestik dan lapangan pekerjaan menjadi taruhan karna secara garis besar Indonesia diaanggap belumlah siap sepenuhnya dalam menghadapi MEA. Beberapa langkah yang dapat ditempuh Indonesia dalam menghadapi MEA yaitu :
Pertama : Mengembangkan Kual itas Sumber Dayanya Manusia Sumber daya manusia yang lebih berkualitas adalah sangat penting karena sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengolah bahan menjadi sebuah produk yang bisa dijual. beberapa cara yang bisa diupayakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan meningkatkan kemampuan keahlian teoritis, konseptual dan moral, Sedangkan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis pekerjaan.
Pertama : Mengembangkan Kual itas Sumber Dayanya Manusia Sumber daya manusia yang lebih berkualitas adalah sangat penting karena sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengolah bahan menjadi sebuah produk yang bisa dijual. beberapa cara yang bisa diupayakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan meningkatkan kemampuan keahlian teoritis, konseptual dan moral, Sedangkan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis pekerjaan.
Kedua : Penguatan Daya Saing Ekonomi
Secara sederhana teori keunggulan kompetitif, menjadi dasar baru bagi peningkatan daya saing ekonomi, hal inilah yang menjadikan kemajuan ekonomi negara-negara seperti Jepang, Singapura, dan juga Korea Selatan, sehingga dapat mencapai taraf perkembangan ekonomi dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakatnya. Teori keunggulan kompetitif tampaknya sangat relevan dengan menjadikan daya saing sebagai pilar utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Ketiga : Perbaikan Infrastruktur
Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil, pemerintah diharapkan meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur seperti prasarana jalan, perkeretaapian, transportasi darat, transportasi laut, transportasi udara, komunikasi dan informatika, serta ketenagalistrikan.
Keempat : Penetapan Persyaratan yang ketat Kepada tenaga kerja asing
Filosofi ketenagakerjaan Indonesia adalah melindungi tenaga kerja berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di Indonesia sehingga jika ada kebutuhan yang khusus dan sangat membutuhkan untuk memakai tenaga kerja asing, harus dibuat persyaratan yang ketat agar tenaga kerja Indonesia terhindar dari kompetisi yang tidak sehat.
Secara Sederhana : Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang baik antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan sosial (hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan SDM serta daya saing ekonimi dan penetapan persyaratan yang ketat bagi tenaga kerja asing, sehingga jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di masa mendatang.
Bahan Bacaan
1. www.tarif.depkeu.go.id
2. http://www.bppk.kemenkeu.go.id
3. http://rubik.okezone.com
4. https://uangteman.com/blog/berita-bisnis/4-cara-sukses-menghadapimasyarakat-
ekonomi-asean/
5. https://yerikanovamardiana.wordpress.com/2015/01/23/8-solusidalam-
menghadapi-mea/
6. https://www.goriau.com/opini/tantangan-dan-solusi-menghadapimea.
html
7. http://setkab.go.id/peningkatan-daya-saing-ekonomi-dan-peranbirokrasi/
8. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt557fb3beea80c/syarattenaga-
kerja-asing-bisa-bekerja-di-indonesia
9. http://oese-usman.blogspot.co.id/2012/03/strategi-peningkatankualitas-
sumber.html
1. www.tarif.depkeu.go.id
2. http://www.bppk.kemenkeu.go.id
3. http://rubik.okezone.com
4. https://uangteman.com/blog/berita-bisnis/4-cara-sukses-menghadapimasyarakat-
ekonomi-asean/
5. https://yerikanovamardiana.wordpress.com/2015/01/23/8-solusidalam-
menghadapi-mea/
6. https://www.goriau.com/opini/tantangan-dan-solusi-menghadapimea.
html
7. http://setkab.go.id/peningkatan-daya-saing-ekonomi-dan-peranbirokrasi/
8. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt557fb3beea80c/syarattenaga-
kerja-asing-bisa-bekerja-di-indonesia
9. http://oese-usman.blogspot.co.id/2012/03/strategi-peningkatankualitas-
sumber.html

Komentar
Posting Komentar