Essay Revolusi Mental
Revolusi Mental
Oleh: Vera Nursyarah
Revolusi mental adalah misi Pak Jokowi untuk merubah mental bangsa kearah yang lebih baik. Krisis mental diindonesia sudah sangat menyebar diberbagai kalangan seperti contoh mental para petinggi negara yang banyak menjadi koruptor, artis-artis yang terjerat narkoba, siswa di sekolah yang gemar tawuran, bangga dengan budaya asing dan banyaknya masyarakat yang menjadi perilaku tindakan kriminal, dll. Hal ini penting dikarenakan krisis mental adalah pangkal dari krisis lainnya seperti krisis ekonomi, krisis kemanusiaan, krisis kepercayaan hukum, krisis moral, dll, sehingga timbul banyak masalah di suatu negeri. Maka dari itu, Revolusi mental penting untuk membangun kembali moral bangsa yang sesuai dengan tujuan Pancasila. Revolusi mental adalah kewajiban yang perlu dilakukan oleh setiap elemen masyarakat Indonesia bukan hanya pemerintah. Oleh karena itu, jika ingin tujuan Revolusi mental ini terwujud, setiap elemen masyarakat mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga sampai dengan pemerintah harus mengimplementasikan dengan serius, karena Revolusi mental tidak akan tercapai jika hanya himbauan saja. Indikator keberhasilan Revolusi mental pun harus dirumuskan agar hasilnya jelas terlihat bagaimana ukuran keberhasilan impementasi tersebut. Sebenarnya, Revolusi mental bisa direaliasasikan dengan cara sebagai berikut:
Pertama, Revolusi mental dilingkungan pemerintah. Pemerintah sebaiknya menindak tegas para pelaku koruptor seperti memberlakukan hukuman mati atau sanksi berat lainnya sehingga mental koruptor tidak merajalela. Selain itu, pemerintah juga harus menindak tegas oknum PNS yang tidak patuh terhadap aturan seperti etos kerja yang rendah, membudayakan telat, dan yang tidak bekerja pada jam nya (produktivitas rendah) harus dikenakan sanksi pecat agar sistem birokrasi pemerintah lebih tertata, sehingga para menteri, ataupun pejabat lainnya patuh hukum dan aturan.
Kedua, Revolusi mental dilingkungan masyarakat. Dewasa ini, terutama di perkotaan banyak sekali orang yang individualis. Solusinya, pengurus masyarakat seperti Bupati, Lurah, Camat dll untuk menggerakkan masyarakatnya seperti diadakannya kembali acara yang bersifat kekeluargaan seperti open house, atau acara spiritual, dan perkumpulan rutin untuk menumbuhkan kembali sikap gotong royong sehingga menumbuhkan kembali sisi kemanusiaan. Seperti Contoh yang dilakukan pak Ridwal Kamil di Bandung. Beliau mengadakan ‘Challenge’ Shalat Subuh di mesjid untuk para pemuda dan juga menggerakkan kembali ‘Maghrib Mengaji” (Budaya keagamaan yang sudah mulai luntur dikalangan remaja dan anak-anak). Pak Ridwal kamil bekerjasama dengan UIN yang menyediakan pengajara Agama. Upaya itu bertujuan agar tidak ada lagi para remaja yang berkeluyuran tidak jelas di malam hari, dan menmbekali mereka dengan kecerdasan spiritual.
Ketiga, dilingkungan sekolah. Guru harus lebih serius lagi didalam menanamkan karakter anak, seperti membangun karakter jujur pada anak, dengan cara memcontohkan perbuatan tersebut sehingga siswa akan meneladani contoh guru nya seperti mengakui kesalahan yang pernah dibuat dalam mengajar dan juga dengan mengasah keterampilan memahami psikologi siswa, sehingga tidak akan ada yang berani lagi nyontek dsb. Selain itu perlu pula kerjasama orang tua untuk mendidik anaknya agar anak tidak terpengaruh orleh lingkungan negatif.
Oleh karena itu, Revolusi mental akan berhasil jika setiap masyarakat ikut andil. Hal ini bertujuan untuk memerangi rusaknya mental bangsa ini, sehingga kelak semua lapisan masyarakat Indonesia bermental hebat, menjadi manusia yang berintegritas, punya semangat gotong royong dalam membangun Indonesia yang bermartabat sehingga menghasilkan sebuah harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara yang mendekatkan diri pada tercapainya cita-cita bangsa.

Komentar
Posting Komentar