Essay SETUJU ATAU TIDAK FULL DAYS SCHOOL



SETUJU ATAU TIDAK FULL DAYS SCHOOL

Pendidikan merupakan hal penting bagi setiap manusia karena pendidikan dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan manusia, sebagaimana tercantu dalam pasal 28C “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar, berhak mendapat pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”. Pendidikan yang merupakan hal dasar, terus menjadi focus pemerintah untuk kemajuan indonesia yang lebih baik. Salah satu rencana pemerintah untuk pendidikan indonesia adalah full days school.

Full days school yang berarti sekolah seharian digagas oleh menteri pendidikan, muhajjir effendi. Konsep full days school yang diangkat berdasarkan survey 500 sekolah di Jakarta. Dalam pembelajaran full days school materi pembelajaran di berikan sesuai jam yang telah ditentukan, hanya saja setelah materi utama selesai ada materi tambahan ekstrakurikuler yang disediakan sekolah sebagai wadah untuk menanamkan sikap atau karakter berupa penguatan agama, akhlak, dan kreativitas siswa.

Jam operasional full days school dimulai jam 7 pagi hingga 5 sore tentu sangat membantu orang tua siswa yang notabennya seorang pekerja. Dimana anak-anak dapat terkontrol dengan baik sehingga kekhawatiran terhadap aktivitas yang kurang bermanfaat dapat dihindari seperti tawuran, kenakalan remaja, dll. Selain itu,  program ini juga membantu guru dalam memberikan perhatian lebih pada siswa yang tertinggal dalam memahami pelajaran.

Namun, konsep full days scholl perlu diperhitungkan lagi dari berbagai aspek psikologis, sosial, dan peran. Dari segi psikologis, jam operasional yang memakan waktu 10 jam akan membuat siswa kelelehan sehingga dapat menimbulkan stress pada siswa. Lagi pula, tidak ada jaminan jam belajar yang panjang dapat membuat siswa menjadi lebih memahami pelajaran. Dari segi sosial, jam operasional yang lama juga membuat siswa kekurangan waktu bersama keluarga, lingkungan bermain, dan tempat tinggal dan program kreativitas disekolah belum tentu sesuai dengan minat siswa. Dengan siswa pulang jam 1 siang, siswa dapat memilih kegiatan lain diluar sekolah sesuai dengan minatnya masing-masing sehingga potensi siswa dapat terasah lebih maksimal dan memberikan kesempatan pada siswa untuk memperluas jaringan pertemanan. Dari aspek peran, full days scholl akan membuat orang tua lepas dari tanggung jawabnya dalam memberikan pendidikan karena semua pembentukan karakter siswa dibebankan pada pihak sekolah. Dan dari aspek biaya, program full days scholl membutuhkan biaya yang besar, sekolah harus menyediakan fasilitas untuk mendukung kegiatan ekstrakulikuler seperti masjid, lapangan, ruang seni, alat-alat olahraga, dapur umum, dll.

Dengan demikian, konsep full days school sebaiknya tidak dilakukan karena dapat memberikan dampak negative dari aspek psikologis, sosial, peran, dan biaya. Sebaiknya pemerintah memfokuskan untuk meningkatkan mutu guru dengan menambah wawasan tektik mengajar yang dapat mengaktifkan, menyenangkan, dan mudah dipahami siswa. selain itu, pemerintah harus melakukan pemerataan pendidikan  sehingga tidak ada  ketimpangan antas sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY SIKAP BELA NEGARA PADA GENERASI MUDA

Essay Kebutuhan Air

Essay Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Indonesia