Libur Telah Tiba, Libur Telah Tiba, Hatiku Gembira





Yeeeaaaaay

Akhirnya 9 februari datang.
Libur telah tibaaaaaaaaaaaaaaa
Itu rasanya kayak baru keluar dari lubang sumur setelah mendaki 4 bulan dinding-dinding rintangan PPG, mulai dari workshop, presentasi, peer teaching, ujian formatif, dan terakhir PTK (walaupun belum kelar).
Dan malam ini, perjalanan dimulai. 
Kami terbagi menjadi 4 kloter , tim purwokerto, tim semarang, tim tegal,  dan individu (fajar, mbak idham dan mbak zul)

Individu yang diwakili oleh mbak zul berangkat pertama kali pukul 5 sore, dia dijemput oleh calon suaminya yang rela melintasi kepadatan tasikmalaya- bandung yang di jam-jam tertentu bisa sangat-sangat macet. Tapi, demi gembrot (panggilan mas jo untuk mbak zulfa) mas gendut (panggilan mbak zul untuk mas jo) rela melewati itu semua. (hhhmmmm so sweet)



Dilanjutkan dengan Tim semarang (mbak Laila, mbak tita, bangkit, mbak ifa, dan mas gigih) manapaki lintasan kereta pukul 8 malam. Persiapan meraka sudah dimulai sejak ashar, mulai dari berkemas ransel, tas jinjing, dan yang paling utama kardus oleh-oleh. Untuk makanan sendiri, dari yang khas berupa peuyem dan bolen, sampai yang modern si  bandung makuta ala laudya chintia bella masuk dalam daftar pencarian orang eeh salah ding, daftar pencarian oleh2 (hehehe). Dan Kami pun melepas  mereka dengan senyuman bahagia.

Selepas magrib, mbak idham menyusul untuk pulang ke kampung halamannya yang berjarak 30 menit dari asrama. Naaah dengan jarak yang tinggal loncat  aja nyampe, mbak ini nih yang hampir pulkam tiap 2 minggu sekali. Fenomena ini buat aku iri T_T.



Okeeee, sekarang giliran tim purwokerto (aku, tiwi, yesi, nur, zakina, mbak indes, dan mbak isti). Jadwal kereta kami pukul 00.40 dini hari. Alhasil sebelum berangkat kami juga gak kalah persiapannya, mulai dari makanan, mbak indes dan yesi udah hunting di indomaret beli roti, jajanan, minuman untuk menyokong kesejahteraan selama dikereta.  Kedua, perlengkapan, aku dan tiwi maah simpel aja bawaannya, tapi yang rada ribet adalah mbak isti, hampir semua barang dibawa, selimut kotor, ransel, makuta, peuyem, dan ntah apalagi (klenger aku lihatnya). Dan terakhir, selfi sebelum berangkat. :D



Keesokkan harinya tim tegal (lina, kiki, dan Iqbal) mulai menyusul pukul 6 pagi, dan kang fajar, aku tidak tahu info kapan dia pulang tiba-tiba dapat kabar dia udah di sekolah.

update: ini kelakuan iqbal selama perjalanan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY SIKAP BELA NEGARA PADA GENERASI MUDA

Essay Kebutuhan Air

Essay Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Indonesia