Tragedi Hampir Kebakaran


Saat matahari sedang gembira memanaskan bumi, mbak idham pun ikut dalam eforia dengan memanaskan setrikaan. Saat itu pula berkumpulnya mbak zul dan tiwi dengan aktivitasnya mengelilingi mbak idham, dan terjadilah percakapan berikut
Tiwi : T
Mbak idham : I
Mbak zulfa : z
T :  “mbak, kok colokannya gak masuk dalam laptop aku ya ?” tanyanya pada mbak idham
I : “masukk kok” sambil asik memaju mundurkan setrikaan
     “ eeehh iyaa, gak masuk, gak nyala setrikaannya, hehehehe” sumbringahnya
Z : “Iya, emang rusak itu”  mendekati colokan terminal.
Dengan keahliannya menggoyangkan barang, terminal colokkan pun ikut digoyang-goyangkan oleh mbak zul, selang beberapa lama, keluar lah api dari ujung terminal.
Semua teriak
“Air, Air”
Tiwi yang kebingungan sempat berpikir bahwa konslet listrik gak boleh diberi air, namun saat panik tiba, nalar  dikalahkan oleh suara bising “ Air. Air” dan bergegas ke kamar mandi. Tak tanggung-tanggung tiwi rela nunggu  untuk memenuhkan satu ember.
Kejadian di dalam kamar gak kalah heboh.
Mbak ifa pun ikut panik dan langsung menyambar air di botol minumnya, namun sayang, ketika mau dituangkan airnya kosong.
Mbak zul, si tersangka, menyelamatkan terlebih dahulu pakaian mbak idham yang berada di dekat terminal tanpa melihat laptop tiwi yang lebih beharga.
Zakina, dari tempat tidur teriak
“cabut, cabut”
Mbak ifa yang berada di dekat colokkan listrik mulai mondar mandir untuk memilih colokkan mana yang akan dicabut. Dan untungnya nalarnya jalan, segera mbak ifa mencabut colokkan dari sumber utamanya. Alhamdulilahnya api pun langsung mati.
Kemana Aku ?? diam menikmati suasana karena bangun tidur
Mbak indes? ikut panik, namun tetap menjemur pakaian saat orang berteriak histeris.
Hasil dari kejadian ini, celana kebangsaan mbak idham berupa training, bolong di bagian pantat

korban kebakaran


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY SIKAP BELA NEGARA PADA GENERASI MUDA

Essay Kebutuhan Air

Essay Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Indonesia