Kajian Haneen Akira





Umi haneen
Pas dapat kabar ada kajian umi haneen, tentu ini jadi kesempatan yang gak bisa disia-siakan. Aku, kina, mbak zul, dan teh anis meluncur jam 8 pagi ke masjid al-lathiif.


Tema hari ini “Sebening Embun”. Bercerita mengenai kisah Zainab binti muhammad dan abul ash. Pembukaanya dimulai dengan cinta.
Cinta itu kebahagian
Cinta itu kehidupan
Cinta itu saling memberi
Cinta itu saling mengerti
Saat cinta mulai hilang maka penyebabnya adalah ego yang menuju kerasnya hati, menutup diri,sikap tak peduli. Dan berujung pada putus asa hingga akhirnya cinta cukup sampai disini (end).
Abul ash adalah pemuda quraisy yang terpandang, tampan, kaya raya, bermartabat, dan paling istimewanya adalah salah satu keponakan Khadijah. Menikah dengan Zainab, perempuan yang terjaga kehormatannya, baik, santun, dan pemalu.
Setelah pernikahan, mereka adalah pasangan yang diidolakan di mekkah, memiliki kedudukan, anak, harta yang melimpah. Sempurna.
Salah satu sifat istimewa yang mereka miliki adalah wafa’, yaitu sikap loyal, konstan (sekali baik akan selalu baik), ikhlas, dan selalu mengingat kebaikan orang lain.
Ketika wahyu turun, dan menetapkan Muhammad sebagai rasul. Zainab langsung berkeyakinan dengan ayahandanya, sedangkan abul ash kekeh untuk kafir walaupun dalam konteks ini abul ash masih memperlakukan Zainab dan anak-anaknya dengan baik. Sikah kekehnya dilandaskan karena malu jika berpindah keyakinan akan diejek, jatuh kehormatannya, dan tidak dianggap kaumnya.
Untuk selanjutnya kalian bisa baca sendiri kisahnya atau dengar ceramah dari ustad/ustadjah yang lain. Aku jamin, kalian akan suka, terharu, dan bisa mengambil beragam hikmah dari kisah mereka.
😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY SIKAP BELA NEGARA PADA GENERASI MUDA

Essay Kebutuhan Air

Essay Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Indonesia