Perjalanan : sajak diri
Hari masih pagi, katamu. Tapi waktu dikota ini
Sudah berangkat naik, bahkan biskota sudah
berulang
Singgah di terminal ini
Catatlah waktu kembali, katamu. Tapi aku masih
suntuk
Menghitung perjalanan demi perjalanan, telah kutiduri
Berbagai hotel, villa, ataupun kondominium
Bersiaplah menatap matahari terbenam, katamu.
Tapi aku
Masih rindu terbitnya matahari: pada embun yang
Mainkan waktu di selembar daun. Pada bintang
Yang setia setiap rindu datang
-kumpulan puisi ziarah, isbedy stiawan zs -

Komentar
Posting Komentar