Pertemuan orang tua



Ini kali kedua aku menghadapi orang tua dari anak-anak yang bermasalah
Pertama di sd
Yang kedua, yaa di SMP ini
Untuk anak kelas 7. Kesalahan mereka ga fatal, hanya saja kalo tetep dibiarkan, akan jadi penyakit yang buruk

Ada 4 orang yang bermasalah karena terlambat
Dalam 2 bulan ini mereka terlambaaaaat terus
Padahal udah dihukum untuk bersih-bersih, masiiih juga seperti itu
Dan ini tidak bisa dibiarkan, masih kelas 7, harus dicegah segala hal yang buruk.
Kebetulan yang datang adalah ibu – ibu mereka
Yaa aku bilang, bahwa anak mereka hanya bermasalah karena terlambat, dan oleh sebab itu aku minta untuk kerjasamanya agar si anak bisa dibangungkan lebih pagi. Sholat subuh ga usah tidur lagi. Minimal jam 6.45 udah sampai disekolah karena jam segitu mereka udah apel pagi.
Alhamdulilah, respon mereka sangat baik. Dan mereka sangat senang anak mereka diperhatikan seperti itu. Malahan, mereka juga minta nomorku untuk jaga-jaga kalo si anak mulai bermasalah lagi
:D
4 orang beres

Lanjut
Anak yang ini, datang pagi, tidak pernah bolos. Hanya saja ribuuuuuuut terus dikelas. Dan ributnya itu ngajak kawan. Padahal kawannya lagi berusaha untuk fokus belajar. Hobi nyagil, tarik tas temenya , tarik jilbab temennya, ngejek nama bapak juga. Hmmmmm tandukku keluar nih. Si anak ini orang batak. Dan yang datang adalah ayahnya, tak kusangka, ayahnya sangat sopan sekali, walaupun batak beliau ga membantah semua pernyataan yang aku keluarkan. Karena si anak juga udah ngaku sebelumnya di rumah dengan ibunya. Ayahnya minta maaf, atas kelakuan anaknya. Dan dia juga mau bekerjasama jika si anak mulai berulah lagi. Alhamdulilah

Terakhir
Hmmmm, harus sabar menghadapi yang ini
Anak ini kemaren tinggal kelas, lantaran berbagai kelakuan dan nilai yang dibawah standar. Dan setelah sebulan belajar, si anak belum juga berubah. Masih aja malas nyatat, ga pernah ngumpulin tugas, hobi keluar dalam jam pelajaran, pakaian tidak rapi, ribut dll. Pak darsono memintanya agar ayahnya datang ke sekolah. Setelah dijemput, hmmmm memang buah tak jauh dari pohonnya. Si anak ini miripp banget ayahnya, baik itu nada bicara, mimik wajah, cara jalan. Plek. Aku bicara dengan ayahnya, ayahnya juga mengakui anaknya sulit diatur, sering pulang malam, dan berbagai macam kelakuannya. Aku hanya bisa menyarankan agar beliau bisa mengambil tindakan tegas untuk anaknya, ntah itu ga dikasih uang bensin atau menyimpan kunci motornya, agar si anak ga hanya main motor terus hingga semua tugas sekolah diabaikan. Dan aku juga menjelaskan, kalo si anak ga berubah, pihak sekolah mungkin akan meninggalkan dia lagi kedepannya. Jadi aku berharap sekali si ayahnya ini bisa mengontrol anaknya.

Oke pemirsa, kita lihat lagi setelah 2 bulan ini, apakah ada perubahan atau tidak
Walaupun kesalahan kecil, jika dibiarkan akan bertambah besar kan?
Jadi, semua harus dicegah dari awal
Dan ini semua akan kembali untuk kebaikan para siswa itu sendiri
Sungguh, ibu sayang kalian nak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY SIKAP BELA NEGARA PADA GENERASI MUDA

Essay Kebutuhan Air

Essay Pudarnya Pesona Bahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Indonesia