Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional
Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Question #1
1 Response is required
Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya? pada tahun 2016 saya pernah dianggap tidak layak menjadi guru ketika saya bekerja di salah satu SDN di kota jambi guru guru senior banyak yang meremehkan saya karena latar belakang saya yang bukan dari jurusan PGSD dan pengalaman mengajar yang masih minim. cara mengajar saya juga masih kaku, karena saya belum menguasai medan pembelajaran dimana latar belakang siswa yang saya ajar umurnya masih kecil (kelas 3 SD). saya juga masih bingung cara mengendalikan anak-anak yang sedikit-dikit merengek, menangis dan berkelahi. disaat itu saya bimbang apakah saya maju atau mundur dari mengajar
Question #2
2 Response is required
Bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut (coping )? Bagaimana Anda dapat bangkit kembali (recovery ) dan bertumbuh (growth ) dari krisis tersebut?
saya bertanya pada kak bela moulina bagaimana cara mengajari anak kecil untuk belajar. Pada saat itu saya tidak diberikan ilmu untuk mengajar, melainkan ice breaking yang bisa membuat anak-anak itu senang. saya diberitahu bahwasannya sebelum belajar, anak harus bahagia terlebih dahulu, setelah anak bahagia apapun yang kita ajarkan pasti akan diterima beliau juga menyatakan apapun yang disampaikan lewat hati akan diterima oleh hati
Question #3
3 Response is required
Gambarkan diri Anda setelah melewati krisis tersebut.Apa hal terpenting yang telah Anda pelajari dari krisis tersebut?
Bagaimana dampak pengelolaan krisis tersebut terhadap diri Anda dalam menjalankan peran sebagai pendidik ?
pengalaman mengajar ini mengajarkan saya bahwa teori pengajaran itu semuanya baik, tapi kita perlu menyesuaiakan dengan situasi dan kondisi peserta didik, mulai dari latar belakangnya, minatnya, kesiapan belajarnya dll banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk pendidikan yang bermutu, lelah pasti, capek iyaa. tapi masa depan mereka bisa saja terjadi melalui jalan pengajaran dari kita. maka dari itu kita harus memberikan momen momen terbaik untuk anak didik kita modal ilmu pengetahuan saja juga tidak cukup, guru juga harus belajar untuk fleksibel, mencari ice breaking untuk memecah suasana pembelajaran yang tegang, bisa berkomunikasi dengan siswa dengan akrab adalah hal hal yang bisa diasah dengan pengalaman
Question #4
4 Response is required
Sebagai pendidik , Anda tentu pernah bertemu murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Setujukah Anda bahwa faktor-faktor tersebut membantu ia menjalani proses pembelajaran dengan lebih optimal di sekolah? Jelaskan jawaban Anda dengan bukti atau contoh yang mendukung.
iyaa ada siswa yang tampak dewasa ia sangat santun, pandai, dan jarang terlibat konflik dengan teman-temannya
Question #5
5 Response is required
Dari kedua refleksi di atas, apa yang dapat Bapak/Ibu simpulkan tentang hubungan antara kompetensi sosial dan emosional dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis Anda dan pembelajaran murid Anda?
sangat berhubungan jika ia mampu untuk mengelola emosi dengan baik, maka kemampuan sosialya juga akan sangat baik guru-guru, dan teman-temannya pun sangat menyayangi dia
Question #6
6 Response is required
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ?
Silahkan kemukakan Harapan bagi diri sendiri ?
saya akan mencoba untuk mengelola emosi saya belajar dengan baik untuk dapat memberikan pengajaran yang terbaik untuk anak didik saya
Question #7
7 Response is required
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ?
Silahkan kemukakan Harapan bagi murid-murid Anda ?
saya harap murid-murid saya bisa mengelola emosi dengan baik, sehingga masalah yang kecil atau besar dapat teratasi dengan baik jika ia mampu menjadi pribadi yang baik, maka kehidupan sosialnya juga akan baik
Komentar
Posting Komentar