Hari masih pagi, katamu. Tapi waktu dikota ini Sudah berangkat naik, bahkan biskota sudah berulang Singgah di terminal ini Catatlah waktu kembali, katamu. Tapi aku masih suntuk Menghitung perjalanan demi perjalanan, telah kutiduri Berbagai hotel, villa, ataupun kondominium Bersiaplah menatap matahari terbenam, katamu. Tapi aku Masih rindu terbitnya matahari: pada embun yang Mainkan waktu di selembar daun. Pada bintang Yang setia setiap rindu datang -kumpulan puisi ziarah, isbedy stiawan zs -